loading...

Friday, April 24, 2026

Edoardo Motta Kiper Humble dan Rendah Hati yang Menjadi Pahlawan

 Usianya baru 21 tahun saat dia mejadi pahlawan dan mengantarkan Lazio melaju ke Final Coppa Italia. Namanya, Edoardo Motta lahir di Italia 13 Januari 2005 dan mengawali karir sepakbola nya di akademi Juventus. Salah satu akademi pembinaan sepakbola terbaik di Italia.

Edoardo Motta

Secara resmi, Edoardo Motta resmi dikontrak sebagai pemain muda Juventus dengan periode 2016-2024. Karirnya tidak mulus di Juventus, Motta dipinjamkan ke beberapa klub seperti Alexandria, Monza dan terakhir Reggiana. Lazio yang bisa dikatakan krisis kiper setelah kiper kedua mereka Mandas mencoba peruntungan ke Liga Inggris.

Mandas eks Kiper Lazio

Edoardo Motta datang ke Olimpico, Lazio dengan kontrak hingga periode 2030 dan hanya dibanderol 1,2 juta euro. Pemain dengan tinggi 1,94  meter ini memang terkenal humble dan rendah diri. Saat dia tiba pertama kali di markas Lazio, dia mengatakan "Saya datang kesini untuk belajar dan mendengarkan dari semua orang yang lebih senior dan berpengalaman"

Cideranya kiper utama Lazio, Provedel membuka kesempatan bagi Edoardo Motta untuk tampil di bawah mistar gawang Lazio untuk pertama kalinya. Kesempatan itu tidak disia-siakannya, dia tampil cemerlang hingga akhirnya pada laga kedua semifinal Coppa Italia yang melambungkan namanya.

Laga kedua semifinal Coppa Italia, Lazio harus bertandang ke kandang Atalanta dan pertandingan berakhir imbang yang dilanjutkan dengan tos-tosan adu pinalti. Menariknya adalah kiper kedua klub adalah pemain dengan label timnas, Marco Carnesecchi di klub Atalanta dan Edoardo Motta di klub Lazio. Adu pinalti ini sebagai ajang pembuktian mereka layak menjadi kiper timnas Italia.

Marco Carnesecchi

Adu pinalti dimulai, dari 5 algojo Atalanta hanya 1 penendang yang berhasil menjebol gawang Motta. Empat penendang lainnya berhasil ditepis oleh Motta. Gianluca Scamacca, Charles de Ketelaere, Mario Pasalic dan Davide Zappacosta gagal menaklukan Motta. Ini bukan soal keberuntungan lagi, tetapi insting penjaga gawang dalam membaca arah bola yang ditendang sangatlah bagus. 



Tuesday, March 10, 2026

FIFA SERIES 2026 di INDONESIA

 FIFA baru saja mengeluarkan format baru untuk turnamen bertaraf internasional. FIFA SERIES 2026, adalah sebuah turnamen internasional atau kompetisi yang menghadirkan pertandingan persahabatan antar tim nasional konfederasi yang berbeda. Turnamen ini diselenggarakan pada jeda kompetisi liga, setiap bulan Maret di tahun genap.


Kompetisi yang diumumkan pertama kali oleh presiden FIFA Gianni Infantino pada 16 Maret 2023. Edisi perdana turnamen ini akan digelar pada 21-26 Maret 2026 dengan 24 tim dari 6 konfederasi. Turnamen ini digelar di delapan negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah, salah satunya Indonesia. FIFA juga menunjuk Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Selandia Baru, Puerto Rico, Rwanda dan Uzbekistan.

Keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi FIFA SERIES 2026 edisi kali ini akan membawa banyak manfaat. Skuad Garuda akan melakoni pertandingan melawan tim dari negara konfederasi yang biasanya baru bisa bertemu dengan negara tersebut ketika di turnamen besar seperti Piala Dunia.

FIFA menegaskan, kompetisi FIFA SERIES 2026 adalah bertujuan memberikan kesempatan bagi asosiasi negara anggota FIFA  untuk bermain dan bertanding melawan dari negara yang berbeda konfederasi, sehingga akan meningkatkan kualitas teknis Sepak Bola Global 2023-2027.


FIFA SERIES 2026, Indonesia akan berada dengan negara Bulgaria, Kepulauan Solomon, Saint Kitts dan Nevis. Pertandingan pertama tanggal 27 Maret 2026, Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Jhon Herdman selaku pelatih kepala Timnas Indonesia sudah memanggil 41 pemain yang akan disaring menjadi sekitar 22 pemain saja.

Menarik untuk ditunggu, siapa pemain pilihan Pelatih Timnas yang baru ini. Mari kita support bersama.

Wednesday, January 21, 2026

Sadio Mane Menolak Untuk Walk Out di Final Piala Afrika 2026

Pape Guaye cetak gol tunggal

 Senegal baru saja menjadi juara Piala Afrika 2026, mengalahkan tuan rumah Maroko di final dengan skor 1-0. Pertandingan final pada malam tersebut sungguh penuh emosional dan tensi tinggi. Gol Senegal dicetak oleh Pape Guaye di babak pertama perpanjangan waktu.

Pemain Senegal sempat melakukan walk out saat Maroko diberikan hadiah pinalti oleh wasit di injury time babak kedua. Keputusan wasit ini diprotes keras oleh pelatih Senegal. Sebelumnya Senegal mencetak gol ke gawang Maroko tetapi dianulir karena, menurut wasit pemain Senegal melakukan pelanggaran terhadap Hakimi yang kalau dilihat dari tayangan ulang, bukan pelanggaran. Murni fifty-fifty perebutan bola.

Sadio Mane tetap di lapangan saat pemain Senegal lainnya telah masuk ke dalam ruang ganti. Mane mengungkapkan kepada rekan tim lainnya untuk kembali ke lapangan, lebih baik kalah daripada harus meninggalkan pertandingan.

Tentu ini adalah efek dari keputusan wasit yang memberikan pinalti kepada Maroko. Brahim Diaz yang dilanggar di kotak pinalti, mengambil sendiri untuk menuntaskan tugas sebagai penendang pinalti. Mendy kiper Senegal yang juga sempat meninggalkan lapangan, sudah kembali dan berdiri bersiap di bawah mistar gawang. Pinalti Brahim Diaz gagal, tendangan panenka yang dilakukannya terbaca oleh Mendy. Game On!

Dilansir dari BBC, Sadio Mane menjelaskan situasi yang terjadi ketika momen Senegal nyaris walk out. 

"jika kami meninggalkan lapangan, maka itu adalah hal terburuk dalam sepakbola Afrika. Khususnya Tim Senegal. Saya lebih memilih kalah daripada walk out. Kami semua harus menerima keputusan wasit. Kami harus terus bermain dan yang terjadi, terjadilah"

Sadio Mane dan Piala Afrika 2026



Tuesday, January 6, 2026

8 Negara Raksasa Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025

Delapan tim raksasa melaju ke perempatfinal Piala Afrika 2025. Final kepagian banyak tersaji di fase ini.

Kamerun yang sudah lima kali menjadi juara Afrika juga lolos dengan menyingkirkan Afrika Selatan 2-1. Tuan rumah Maroko juga masih bertahan usai menekuk Tanzania 1-0. Lalu juara edisi 2021 Senegal lolos dengan menumbangkan Sudan 3-1.

Juara bertahan Pantai Gading juga menjadi tim terakhir yang lolos usai menghajar Burkina Faso 3-0 di babak 16 besar di Marrakesh, Rabu (7/1) dini hari WIB. Beberapa jam sebelumnya, juara edisi 2019 Aljazair mendepak Republik Demokratik Kongo 1-0 usai bermain 120 menit.

Aljazair memastikan lolos ke 8 besar Piala Afrika 2025

Dua negara tersebut bergabung dengan enam negara lain yang juga bukan kaleng-kaleng. Juara tiga kali sekaligus finalis edisi terakhir, Nigeria melaju usai menghajar Mozambik 4-0. Lalu Mesir sang juara Afrika tujuh kali lolos usai menyingkirkan Benin 3-1.


Terakhir ada Mali yang menang dramatis atas Tunisia lewat adu penalti untuk melangkah ke perempatfinal. Di fase ini, mereka satu-satunya peserta yang belum pernah juara, dengan capaian terbaik sebagai finalis edisi 1972 atau lebih dari setengah abad silam.

Berdasarkan bagan yang telah dirilis sejak awal turnamen, Mali akan berjumpa Senegal di Tangier, kemudian Mesir menghadapi Pantai Gading di Agadir. Kamerun bertemu Maroko di Rabat dan Aljazair akan melawan Nigeria di Marrakesh.



Berikut jadwal perempatfinal Piala Afrika 2025:
- Mali vs Senegal (Jumat, 9 Januari pukul 23.00 WIB)
- Kamerun vs Maroko (Sabtu, 10 Januari pukul 02.00 WIB)
- Aljazair vs Nigeria (Sabtu, 10 Januari pukul 23.00 WIB)
- Mesir vs Pantai Gading (Minggu, 11 Januari pukul 02.00 WIB)


Edoardo Motta Kiper Humble dan Rendah Hati yang Menjadi Pahlawan

 Usianya baru 21 tahun saat dia mejadi pahlawan dan mengantarkan Lazio melaju ke Final Coppa Italia. Namanya, Edoardo Motta lahir di Italia ...